
Rasa Haus Pekerjaan Mengalahkan Logika
Ribuan Fresh Graduate jurusan IT dan alumni Bootcamp lulus setiap tahunnya. Dengan ketatnya kompetisi, mencari pekerjaan pertama sebagai Junior Web Developer terasa sangat melelahkan. Sayangnya, ada pihak-pihak tidak bermoral yang memanfaatkan keputusasaan ini. Waspadai Red Flags (Bendera Merah) berikut sebelum kamu membuang waktu dan energimu untuk lowongan kerja fiktif.
1. Tes Koding (Take-Home Test) yang Tidak Masuk Akal
Adalah hal yang sangat normal bagi perusahaan untuk memberimu tugas koding (Take-Home Assignment) untuk dikerjakan di rumah selama 2 atau 3 hari. Tugas normal biasanya berupa tantangan abstrak, seperti "Ambil data film dari API publik, lalu buatkan fitur pencariannya."
Kapan ini menjadi SCAM eksploitatif?
Jika perusahaan menyuruhmu membuat Modul Bisnis yang sangat spesifik, rumit, dan menyerupai fitur nyata untuk aplikasi mereka sendiri. Misalnya: "Tugas tes Anda adalah membuat halaman Dasbor Analisis Keuangan terintegrasi dengan Payment Gateway untuk sistem Rumah Sakit kami."
Itu bukan tes koding! Perusahaan itu sebenarnya sedang mencari pekerja gratisan (Free Labor). Mereka mengumpulkan hasil tugas dari 10 pelamar, lalu menggabungkannya ke dalam produk inti mereka tanpa membayar sepeser pun kepada kandidatnya, lalu mengirimkan email: "Maaf, Anda belum lolos."
2. Komunikasi Menggunakan Domain Email Gratisan
Jika kamu melamar di platform resmi (seperti LinkedIn atau JobStreet) ke perusahaan bernama "PT Teknologi Maju", namun HRD-nya menghubungimu melalui WhatsApp pribadi atau mengirim *email offering* dari alamat hrd.teknologimaju@gmail.com atau @yahoo.com, JANGAN PERCAYA 100%.
Perusahaan berbadan hukum resmi PASTI menggunakan domain email korporat (seperti recruitment@teknologimaju.com). Email gratisan adalah taktik klasik penipu (Phishing) untuk mencuri data pribadi (KTP/KK) atau menipumu di tahap selanjutnya.
3. Diminta Mentransfer Sejumlah Uang (Modus Training/Alat)
Ini adalah aturan emas mutlak dalam dunia ketenagakerjaan di negara mana pun: Kamu sedang melamar pekerjaan untuk dibayar, BUKAN untuk membayar!
Jika perusahaan mengatakan kamu "Lolos Seleksi", namun mewajibkanmu membayar Rp 500.000 untuk "Biaya Sertifikat Pelatihan Awal" atau mentransfer uang muka untuk "Biaya Pengiriman Laptop MacBook Kantor", HENTIKAN KOMUNIKASI SAAT ITU JUGA! Itu adalah 100% Modus Penipuan (Penipuan Berkedok Loker).
4. Deskripsi Pekerjaan "Palugada" (Apa Lu Mau, Gue Ada)
Walaupun bukan penipuan kriminal (Scam kriminal), ini adalah Red Flag perusahaan Red Flag (Toxic Environment).
Hati-hati dengan lowongan "Dibutuhkan Junior IT Support", tapi di deskripsi persyaratannya tertulis: "Menguasai perakitan jaringan LAN, mahir membuat Web pakai React & Laravel, menguasai Desain Grafis Photoshop, dan mampu membuat Video Animasi TikTok."
Perusahaan ini tidak paham dunia IT. Mereka mencari 1 "Babu Kuli" berharga murah untuk mengerjakan beban pekerjaan milik 4 divisi profesional yang berbeda. Jika kamu menerimanya, kamu akan mengalami *Burnout* (depresi kerja) dalam hitungan minggu.
Mau langsung pakai template?
Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.
Browse Templates