Back to blog
Fundamental

Mengenal TypeScript: Kenapa Banyak Lowongan Kerja Mencari TS Developer?

JavaScript itu bebas dan fleksibel, tapi kebebasan itu sering menjadi bumerang berupa bug. TypeScript hadir untuk mendisiplinkan kodemu.

super admin·16 Juni 2026·2 min read
Mengenal TypeScript: Kenapa Banyak Lowongan Kerja Mencari TS Developer?
Article Content

JavaScript yang Memiliki Aturan Ketat

Kalau kamu sering melihat lowongan pekerjaan untuk Frontend atau Backend Developer akhir-akhir ini, kamu pasti menyadari bahwa TypeScript selalu masuk dalam daftar syarat wajib. Apa sebenarnya TypeScript itu dan kenapa ia bisa menggeser JavaScript murni?

TypeScript (TS) sebenarnya adalah JavaScript juga, namun ditambahkan fitur "Sistem Pengetikan" (Static Typing) oleh Microsoft. Pada akhirnya, kode TypeScript-mu akan diubah (di-compile) menjadi JavaScript biasa agar bisa dibaca oleh browser.

Masalah Utama JavaScript (Dynamic Typing)

JavaScript sangat bebas. Kamu bisa melakukan hal konyol tanpa dicegah oleh VS Code-mu sampai akhirnya aplikasimu crash saat dijalankan.

// JavaScript Murni
let umur = 20;
umur = "dua puluh"; // BISA! Tipe data berubah dari angka ke teks

const hasil = umur * 2; 
console.log(hasil); // Output: NaN (Not a Number)
// Bug ini baru ketahuan saat kode dijalankan!

Solusi TypeScript (Static Typing)

Di TypeScript, kamu harus mendeklarasikan tipe data dari setiap variabel. Jika kamu melanggarnya, VS Code akan langsung memberikan garis bawah merah (error) bahkan sebelum kodenya dijalankan.

// TypeScript
let umur: number = 20;

umur = "dua puluh"; // ERROR di VS Code! 
// "Type 'string' is not assignable to type 'number'."

Keuntungan Menggunakan TypeScript

  1. Menangkap Bug Lebih Awal: Kamu tidak perlu bolak-balik melihat browser untuk menyadari ada typo atau tipe data yang salah. VS Code akan langsung memarahimu saat itu juga.
  2. Autocomplete (IntelliSense) yang Luar Biasa: Karena TS tahu pasti bentuk datamu, saat kamu mengetik user., VS Code akan langsung memunculkan saran properti yang akurat (nama, email, umur) tanpa perlu kamu menebak-nebak.
  3. Dokumentasi Otomatis: Kode TypeScript jauh lebih mudah dibaca oleh developer lain karena mereka bisa langsung tahu fungsi A membutuhkan input apa dan akan mengembalikan output berjenis apa.

Kesimpulan

Untuk pemula, belajarlah JavaScript murni terlebih dahulu sampai kamu paham konsep array, object, DOM, dan asynchronous. Setelah itu, segeralah beralih (upgrade) ke TypeScript. Kurva belajarnya mungkin membuatmu sedikit frustrasi di awal, namun kodemu akan jauh lebih aman dan stabil di production.

Mau langsung pakai template?

Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.

Browse Templates