Back to blog
Security

Mengenal Serangan DDoS: Cara Hacker Membuat Server Website Down

Pernah melihat sebuah website berita lumpuh dan tidak bisa dibuka saat ada peristiwa besar? Itu mungkin ulah Serangan DDoS. Bagaimana cara kerjanya?

super admin·16 Juni 2026·2 min read
Mengenal Serangan DDoS: Cara Hacker Membuat Server Website Down
Article Content

Lumpuh Karena Terlalu Populer (Atau Diserang)

Sebuah server web memiliki batas maksimal kemampuan melayani pengunjung. Jika servermu berharga 50 ribu per bulan, mungkin ia hanya kuat melayani 100 pengunjung bersamaan. Jika datang 101 pengunjung, server akan mulai melambat. Jika datang 10.000 pengunjung bersamaan, CPU server akan mencapai 100% dan akhirnya Crash atau Down (Websiternya mati, muncul Error 502 atau 503).

Kondisi ini dimanfaatkan oleh hacker untuk melakukan DDoS (Distributed Denial of Service).

Apa itu Serangan DDoS?

DDoS bukan teknik meretas password atau mencuri database. Tujuan DDoS murni hanya satu: Sabotase agar website-mu lumpuh dan bisnis-mu rugi.

Cara kerjanya ibarat kamu punya toko roti kecil, lalu seorang preman menyewa 10.000 orang palsu untuk memblokir pintu masuk tokomu. Mereka tidak beli roti, mereka hanya berdesak-desakan bertanya harga. Akibatnya, pelanggan aslimu yang mau beli roti tidak bisa masuk ke dalam toko.

Bagaimana Hacker Mendapat Ribuan Pasukan? (Botnet)

Kata Distributed pada DDoS berarti serangan ini tidak datang dari satu komputer si hacker (karena kalau dari 1 IP, server dengan mudah memblokirnya). Hacker menggunakan Botnet (Pasukan Zombie).

Hacker telah menyebarkan virus secara diam-diam ke ratusan ribu komputer, CCTV pintar, dan *Smart TV* di seluruh dunia. Perangkat yang terinfeksi ini menjadi "Zombie". Saat hacker memberikan aba-aba dari laptopnya, ratusan ribu perangkat di seluruh dunia ini akan serentak mengakses website-mu secara bersamaan berulang-ulang tanpa henti!

Cara Mencegah dan Bertahan dari DDoS

Jika servermu sudah terkena DDoS, mematikan server bukanlah solusi. Solusi paling ampuh di industri saat ini adalah menggunakan layanan pihak ketiga yang menjadi tameng raksasa, seperti Cloudflare atau AWS Shield.

  • Saat kamu mengaktifkan Cloudflare, mereka akan menyaring semua pengunjungmu di "Pos Satpam" mereka terlebih dahulu.
  • Cloudflare memiliki kecerdasan buatan untuk membedakan mana manusia asli (Browser normal) dan mana Robot Zombie (Trafik DDoS).
  • Jika terdeteksi serangan, Cloudflare akan memblokir koneksi para zombie tersebut di pintu luar, dan hanya mengizinkan pengunjung manusia asli yang masuk ke server tokomu. Fitur ini terkenal dengan layar *loading*-nya yang bertuliskan: "Checking if the site connection is secure".

Mau langsung pakai template?

Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.

Browse Templates