Back to blog
Fundamental

Mengenal HTTP Status Code: Kenapa Tidak Semua Error Itu 404?

Pernah dapat error 401, 500, atau 403? Memahami arti dari angka-angka ini akan sangat mempercepat proses diskusimu dengan tim Backend.

super admin·16 Juni 2026·2 min read
Mengenal HTTP Status Code: Kenapa Tidak Semua Error Itu 404?
Article Content

Angka yang menceritakan status aplikasimu

Setiap kali browsermu (atau aplikasimu) meminta data ke server melalui API, server akan membalas dengan sebuah Status Code berwujud tiga angka. Angka ini adalah ringkasan cepat: apakah sukses, gagal karena user, atau gagal karena server rusak?

Status code dibagi menjadi 5 "Keluarga":

1. Keluarga 2xx (Success)

Ini adalah angka bahagia. Semuanya berjalan sesuai rencana.

  • 200 OK: Permintaan berhasil. (Contoh: Berhasil mengambil daftar artikel).
  • 201 Created: Permintaan berhasil dan data baru sukses dibuat di database. (Contoh: Sukses mendaftar akun baru).
  • 204 No Content: Permintaan berhasil, tapi tidak ada data yang perlu dikembalikan. (Contoh: Sukses menghapus item).

2. Keluarga 3xx (Redirection)

Ini berarti kamu dialihkan ke tempat lain. URL-nya mungkin sudah ganti.

  • 301 Moved Permanently: Alamat lama sudah ditutup, pakai alamat baru.

3. Keluarga 4xx (Client Error)

Ini berarti Frontend/User yang salah. Data yang dikirim salah, atau mencoba mengakses yang bukan haknya.

  • 400 Bad Request: Data yang kamu kirim tidak sesuai format yang diminta server. (Contoh: Email lupa tidak pakai @).
  • 401 Unauthorized: Kamu belum login / token kamu kedaluwarsa. Server tidak kenal kamu siapa.
  • 403 Forbidden: Kamu sudah login (server kenal kamu), tapi kamu tidak punya hak akses. (Contoh: User biasa mencoba masuk ke halaman Admin).
  • 404 Not Found: Data atau alamat URL yang kamu cari tidak ada di server.

4. Keluarga 5xx (Server Error)

Ini berarti Backend/Server yang salah. Kalau kamu Frontend developer dan dapat error ini, segera laporkan ke tim Backend.

  • 500 Internal Server Error: Ada kode yang crash atau database mati di sisi server.
  • 503 Service Unavailable: Server sedang down (mungkin sedang maintenance atau kepenuhan traffic).

Kesimpulan

Sebagai developer, jangan kembalikan status 200 OK jika sebenarnya terjadi error (seperti salah password). Gunakan HTTP status code yang tepat agar frontend bisa memberikan pesan (alert) yang sesuai kepada pengguna.

Mau langsung pakai template?

Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.

Browse Templates