
Jangan Asal Copy-Paste Kode dari Internet
Sebagai Software Developer atau pelaku bisnis digital, kamu akan sering mengunduh *library* NPM, template desain, atau ikon grafis dari internet. Banyak pemula berasumsi bahwa jika kode itu ada di GitHub dan bisa di-download gratis, berarti kode itu bebas dipakai untuk membuat produk jualan klien. Asumsi ini sangat salah dan berbahaya secara hukum!
Setiap baris kode di dunia ini dilindungi hak cipta (Copyright). Pemilik kode tersebut menempelkan sebuah Lisensi (License) yang mengatur apa yang Boleh dan Tidak Boleh kamu lakukan terhadap karya mereka.
1. Lisensi Open Source Paling Ramah: MIT License
Lisensi MIT adalah primadona dunia Open Source (digunakan oleh React, Vue, dan Tailwind). Jika sebuah *library* berlisensi MIT, artinya sang pembuat berkata: "Lakukan apapun sesukamu dengan kode ini. Mau dimodifikasi, dipakai untuk web klien, bahkan dijual lagi jadi produk komersial, SILAKAN! Syaratnya cuma satu: Jangan hapus nama saya sebagai pembuat asli di dalam file kodenya."
2. Lisensi Apache 2.0
Mirip seperti MIT (bebas untuk komersial dan modifikasi), namun lebih ketat secara legalitas hukum. Apache memberikan perlindungan paten eksplisit. Artinya, jika kamu memodifikasi kode mereka, kamu harus mencatat secara jelas bagian mana saja yang kamu ubah. (Digunakan oleh Android dan Kubernetes).
3. Lisensi "Menular" yang Ketat: GNU GPL (General Public License)
Ini adalah lisensi yang sangat ditakuti oleh perusahaan komersial (digunakan oleh WordPress dan Linux). Filosofi GPL adalah kebebasan yang menular (Copyleft). Jika kamu mengambil sebuah modul berlisensi GPL, lalu kamu menggabungkannya ke dalam aplikasi jualanmu yang tertutup (Closed Source), maka secara hukum seluruh aplikasi buatanmu itu WAJIB ikut menjadi Open Source dan kodenya harus dibagikan gratis ke publik!
Karena efek "menular" ini, perusahaan besar sangat melarang karyawannya menyisipkan *library* berlisensi GPL ke dalam produk utama mereka.
4. Lisensi Komersial (Marketplace / Envato / TampilKit)
Ketika kamu membeli Template HTML, UI Kit, atau *Source Code* aplikasi di sebuah Marketplace berbayar, kamu akan diikat oleh Lisensi Komersial. Ini tidak tunduk pada aturan Open Source. Biasanya terbagi menjadi dua:
- Regular / Single License: Kamu membeli *template* seharga Rp 100.000. Kamu HANYA boleh memakainya untuk membuat Satu Website (Satu Klien/Satu Domain), dan website itu diakses gratis oleh penggunanya. Kamu dilarang keras menjual ulang *template* itu di tempat lain!
- Extended / Extended License: Harganya jauh lebih mahal (bisa 10-50x lipat). Dengan ini, kamu boleh menggunakan *template* tersebut untuk membuat sebuah Aplikasi berbayar (SaaS), di mana pengguna akhir (End-User) harus membayar langganan untuk masuk ke dalam website tersebut.
Pesan Moral: Mulai sekarang, selalu buka file LICENSE di root folder proyek sebelum kamu menggunakan alat milik orang lain!
Mau langsung pakai template?
Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.
Browse Templates