Back to blog
Backend

Apa itu Webhook? Bedanya dengan API Biasa

Saat mengintegrasikan Payment Gateway (Pembayaran), kamu pasti disuruh mengatur URL Webhook. Apa fungsi Webhook dan bedanya dengan API?

super admin·16 Juni 2026·2 min read
Apa itu Webhook? Bedanya dengan API Biasa
Article Content

API itu Menarik (Pull), Webhook itu Mendorong (Push)

Saat kamu mengintegrasikan sistem dengan pihak ketiga (seperti Midtrans untuk pembayaran, atau bot Telegram), kamu akan sering mendengar istilah Webhook. Walaupun sama-sama bertugas mengirim data, cara kerja Webhook dan API (REST) sangat berlawanan.

Cara Kerja REST API: Telepon yang Terus Menerus

Bayangkan kamu memesan paket barang. Jika kamu menggunakan cara API (Polling), kamu akan menelepon kurir setiap 5 menit:

  • Kamu: "Barangnya udah sampai mana?" → Kurir: "Masih di gudang."
  • Kamu: "Sekarang udah sampai mana?" → Kurir: "Masih di jalan."
  • Kamu: "Sekarang?" → Kurir: "Udah sampai!"

Cara ini sangat memboroskan daya *server*. Komputermu lelah terus-terusan menembak API (request), dan server kurir juga lelah menjawab hal yang sama berulang kali.

Cara Kerja Webhook: Notifikasi Otomatis

Webhook ibarat kamu memberikan nomor teleponmu ke kurir dan berkata: "Jangan saya yang telepon. Nanti kalau barangnya sudah sampai di depan rumah, kamu saja yang telepon saya."

Kamu tidak perlu melakukan apapun. Kamu bisa santai mengerjakan hal lain. Tiba-tiba, saat kejadian (Event) itu terjadi, pihak kurir akan mengirimkan data (Notifikasi) langsung ke sistemmu.

Contoh Nyata di Web Development

Skenario paling umum adalah pada pembayaran *e-commerce*.

  1. User A mengklik tombol "Bayar pakai GoPay".
  2. Sistemmu akan memunculkan QR Code dari Midtrans.
  3. Alih-alih menyuruh sistemmu mengecek database Midtrans setiap detik untuk melihat apakah User A sudah transfer, Midtrans menyuruhmu membuat satu alamat URL khusus di Backend-mu (Misal: https://web-kamu.com/api/midtrans-webhook).
  4. Ketika User A mentransfer uang dari HP-nya, Midtrans akan langsung menembak (POST Request) ke URL Webhook-mu yang isinya: "Uang dari User A sudah masuk, silakan proses pesanannya!"

Kesimpulan

API digunakan ketika KAMU yang butuh data dari sistem lain. Webhook digunakan ketika sistem lain ingin MEMBERITAHU KAMU bahwa ada sesuatu (event) yang baru saja terjadi. Dalam dunia *coding* modern, arsitektur berbasis kejadian (Event-Driven) menggunakan Webhook jauh lebih efisien untuk kinerja *server*.

Mau langsung pakai template?

Jelajahi template gratis dan premium di TampilKit untuk mempercepat proses development project kamu.

Browse Templates